Leader Board

Tampilkan postingan dengan label Barang Pengancam Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Barang Pengancam Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Januari 2012

Agar Tak Salah Ukuran Bra

Banyak yang mengeluh sakit punggung,
bungkuk, dan payudara kendur,
gara-gara salah bra.
Bra merupakan salah satu senjata untuk menyempurnakan kecantikan tubuh wanita. Hanya, hampir 80 persen wanita diperkirakan mengenakan bra tak sesuai ukuran. Alhasil, banyak yang mengeluh sakit punggung, postur tubuh bungkuk, dan payudara mengendur.

Penting bagi wanita untuk fitting bra sebelum membelinya. Mengukur lingkar dada dengan pita pengukur mungkin menjadi alternatif, tapi cara paling tepat mengukur ukuran bra adalah benar-benar mencobanya.

"Bra yang pas adalah seni, bukan ilmu. Satu-satunya cara untuk menemukan bra yang tepat adalah dengan mencobanya," ujar Danny Koch, pemiliki bisnis bra. "Setiap perusahaan cenderung memiliki ukuran yang berbeda-beda, terutama jika mereka dari negara yang berbeda."

Menurut Tomima Edmark, pemiliki HerRoom, wanita disarankan melakukan pengukuran ulang setiap enam bulan sekali atau setidaknya satu tahun sekali. Anda juga harus melakukan pengukuran ulang jika mengalami kenaikan atau penurunan berat badan, hamil dan sesudah melahirkan, serta pada saat diet.

Lalu, bagaimana mengetahui kalau bra yang digunakan terlalu besar?

Jika terdapat tali belakang bra tidak menempel sempurna pada punggung, atau ada kerutan pada cup bra, artinya bra Anda terlalu besar. Koch menyarankan, tingkat kelenturan tali bra tidak lebih dari satu ruas jari.

Untuk mengetahui apakah bra yang Anda gunakan sudah sesuai, Edmark menyarankan agar teman Anda menaruh tangannya di bawah tali punggung dengan posisi telapak tangan pada punggung. Lalu, putar tangan sehingga tegak lurus dengan kelingking menyentuh punggung. Kemudian, minta teman Anda melepaskan tangannya. Jika tali belakang cukup ketat, hanya empat jari yang terjebak di bawahnya.

Lihat juga apakah ada tonjolan daging di bawah ketiak. Jika ada, berarti Anda harus menambah ukuran lingkar dada. Demikian juga ketika payudara seperti akan tumpah, berarti Anda harus menambah ukuran cup bra. Anda juga dapat melihat kesesuaian ukuran dengan mencermati bekas-bekas ikatan bra pada kulit.

Jika Anda sudah menemukan ukuran bra yang pas, saatnya Anda memakainya dengan benar.

1. Sembari berdiri dan membungkuk, tarik bra Anda. Biarkan payudara Anda jatuh tepat ke dalam cup bra. Jika terdapat titik temu jahitan, pastikan puting Anda tepat pada titik temu jahirtan tersebut.
2. Selanjutnya, periksa bagian bawah bra. Pastikan bra menutupi seluruh payudara dan tidak ada yang menonjol di bawah cup bra.
3. Terakhir, posisikan tangan Anda di sisi luar kedua payudara untuk menempatkan seluruh payudara ke dalam cup bra.

Pastikan Anda mengganti bra Anda setiap tiga bulan agar payudara Anda ditopang dengan sempurna. Jangan pernah menggunakan bra lebih dari dua hari. Selain karena alasan kebersihan, hal ini dapat memengaruhi umur bra. "Jika mereka dipakai terus menerus, mereka akan longgar lebih cepat," ujar Edmark.

Agar umur bra lebih panjang, selalu cuci bra dengan tangan secara manual. Hindari penggunaan mesin cuci karena akan menghilangkan kelenturannya dengan cepat.

Terdengar seperti memerlukan usaha ekstra? Anda akan melihat dan merasakan perbedaan ketika Anda memakai bra dengan tidak benar dan dengan benar. Selamat mencoba!

Sumber : http://vivanews.com

Rabu, 07 Desember 2011

Lima Barang Pengancam Kesehatan

Bahaya yang mengancam kesehatan
ternyata ada di dalam rumah
Anda sendiri. Apa saja?
Siapa sangka, barang-barang di rumah kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya bagi kesehatan. Berikut daftar barang-barang tersebut, seperti yang dikutip dari Genius Beauty.

1. Talenan kayu. Hingga kini, benda ini masih menjadi barang yang selalu ada di dapur. Fungsinya sebagai tatakan saat memotong bahan-bahan mentah untuk di masak. Menurut John Oxford, peneliti dari Universitas London, sebuah talenan kayu dapat menyimpan ribuan bakteri penyebab penyakit. Sisa potongan makanan yang mengendap dapat membuat koloni bakteri baru dan mengendap di kayu. Bakteri tersebut akan menempel di setiap bahan makanan yang kita potong.

2. Talenan plastik. Seringkali digunakan untuk mengganti talenan kayu yang lebih tradisional. Tak semua talenan terbuat dari plastik yang aman. Bahan plastik bisa berbahaya jika tidak sengaja terkonsumsi. Pilihlah produk talenan plastik yang menjamin keamanan plastiknya. Jika Anda tak yakin, saat talenan sudah tergores, lebih baik ganti dengan yang baru.

3. Sikat gigi. Peneliti dari Universitas Manchester mengungkap bahwa sebanyak 10 juta bakteri bisa berkumpul di sikat gigi. Tak hanya itu, virus penyakit dan jamur bisa berkembang biak di sana. Para peneliti menyarankan Anda untuk mengganti sikat gigi 2-3 bulan sekali.

4. Handuk. Kondisinya kurang lebih sama dengan sikat gigi. Dan untuk menghilangkan bakteri yang berkumpul di dalamnya, perlu pemanasan hingga 90 derajat celcius.

5. Bantal. Bakteri yang berkumpul pada bantal bisa menyebabkan gangguan pernapasan, gatal-gatal dan demam. Professor Jean Amberline, dari British Society for Allergy menyarankan untuk mengganti sarung bantal secara teratur, serta mengganti bantal setiap 2 tahun sekali.

Sumber : http://modelindo.wordpress.com