Leader Board

Tampilkan postingan dengan label Merokok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merokok. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

Kiat Mencegah dan Mengatasi Rambut Beruban

Munculnya uban pada rambut merupakan salah satu tanda-tanda penuaan. Namun jika rambut putih itu muncul sebelum waktunya, malah akan membuat penampilan Anda terganggu.

Salah satu cara untuk mencegah dan mengatasi timbulnya uban sebelum waktunya adalah dengan mempelajari penyebabnya. Seringkali, kebiasaan kitalah yang mendorong munculnya si rambut putih itu.

1. Kebiasaan merokok
Racun-racun yang ada di dalam rokok membuat tubuh mengalami penuaan dini. rambut pun ikut memutih karenanya. Jika tak ingin uban muncul sebelum waktunya, berhentilah merokok.

2. Stres

Saat mengalami stres, metabolisme tubuh terganggu secara keseluruhan. Ketidakseimbangan dalam tubuh membuat efek yang beragam. Termasuk timbulnya uban. Maka sebisa mungkin hindari stres. Tenangkan diri Anda setiap ada tekanan yang berat.

3. Perhatikan pola makan
Uban juga bisa disebabkan karena jaringan protein yang rusak dalam tubuh karena pola makan yang salah. Untuk itu, perhatikan benar nutrisi yang masuk ke tubuh Anda.

4. Pemakaian zat kimia berlebihan di rambut
Tak hanya pola makan yang dapat merusak jaringan protein di rambut. Pemakaian produk kimia di rambut seperti cat dan obat keriting juga bisa membuat jaringan rambut rusak. Uban pun muncul karenanya. Oleh karena itu, jangan terlalu sering menggunakan mengguanakan produk-produk tersebut. Jika Anda mengecat atau mengeriting rambut, pastikan untuk menggunakan shampo dan pelembab khusus untuk menjaga kesehatan rambut.

Jika uban telah terlanjur muncul, jangan buru-buru putus asa. Munculnya uban adalah karena produksi pigmen rambut yang bernama melanocytes telah berkurang. Untuk itu beberapa bahan makanna bisa membuat produksi pigmen tersebut bertambah. Sehingga uban Anda akan berkurang dan tidak muncul kembali.
Bahan-bahan mengandung zat besi adalah yang paling utama. Zat besi adalah nutrisi yang merangsang produksi melanocytes. Jangan lupa untuk sellau mengkonsumsi sayuran hijau dan daging merah yang cukup untuk mendapatkan jumlah zat besi yang sesuai.

Tak ada salahnya untuk mengkonsumsi multivitamin yang lengkap untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh. Multivitamin juga akan melindungi tubuh dari serangan penyakit.
Jika pola makan Anda sudah benar namun uban tetap muncul, mungkin liburan jalan keluarnya. Keluarlah dari rutinitas sehari-hari yang membuat Anda stres. Liburan akan membuat Anda lebih rileks, sehingga metabolisme tubuh kembali berjalan normal. Uban pun hilang.
Selamat mencoba!

Sumber : http://modelindo.wordpress.com

Kamis, 15 Desember 2011

Apa Jadinya Bila Punya Pori-pori Kulit Besar?

Banyak orang yang mengeluh memiliki pori-pori kulit besar terutama kulit wajah. Pori-pori kulit yang besar diketahui dapat menyebabkan beberapa masalah kulit. Apa saja?

Pada dasarnya pori-pori adalah pembukaan folikel (kantong kelenjar) ke permukaan kulit. Pori-pori ini berfungsi sebagai jalan keluar minyak dan tumbuhnya rambut.

Dengan kata lain, pori-pori adalah bukaan kecil pada kulit yang dapat melewatkan minyak kulit yang baik (juga dikenal sebagai sebum) dan rambut mencapai permukaan kulit.

Pori-pori dikatakan besar bila ukurannya lebih besar dari folikel rambut rata-rata. Hal ini biasanya sering terjadi di kulit wajah, terutama di sekitar hidung dan pipi.
Berikut beberapa dampak yang dialami bila pori-pori kulit membesar, yaitu:

1. Minyak berlebih

Pori-pori berfungsi untuk jalan keluar minyak atau sebum mencapai lapisan atas kulit yang dapat membuat kulit terasa halus. Tapi bila jalan keluar tersebut membesar, maka minyak yang mencapai lapisan kulit pun semakin banyak. Kondisi inilah yang dikenal sebagai wajah berminyak.

2. Mudah berjerawat dan komedo
Pori-pori yang besar memudahkan kotoran, debu dan sisa make up berperangkap di lapisan atas kulit. Hal ini akan menyebabkan pori-pori tersumbat dan membuat kulit mudah timbul jerawat dan komedo.

3. Tumbuh lebih banyak rambut
Pori-pori yang sangat kecil membuat rambut kesulitan untuk mencapai permukaan kulit. Sebaliknya, bila Anda memiliki pori-pori yang besar, maka rambut atau bulu yang tumbuh di atas kulit akan semakin banyak.

Apa yang menyebabkan pori-pori membesar?

1. Genetik
Beberapa orang terlahir dengan ukuran pori-pori yang lebih besar. Menurut skincancerconnection.com, bila Anda memiliki orangtua dengan pori-pori besar dan berminyak, maka kecenderungan memiliki pori-pori besar semakin tinggi.

2. Matahari
Paparan sinar matahari dapat meningkatkan ukuran pori-pori. Ketika berada di bawah sinar matahari dapat menyebabkan kerutan dan kendur pada kulit. Dengan hilangnya elastisitas kulit, maka dinding pori-pori sehingga membuatnya melebar. Gunakan tabir surya dengan SPF 15 untuk mencegah membesarnya pori-pori karena matahari.

3. Merokok
Meski tidak langsung mempengaruhi ukuran pori-pori, merokok dapat menyebabkan kerutan dan menurunkan kemampuan kulit untuk menyembuhkan luka. Hal ini pada akhirnya dapat memperbesar pori-pori.

4. Hormon
Perubahan hormon pada saat menopause dan selama siklus haid, khususnya pada saat ovulasi, dapat meningkatkan ukuran pori-pori wajah pada wanita. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology pada tahun 1995 menunjukkan bahwa hormon yang dihasilkan selama produksi ovulasi meningkatkan sebum dan melebarkan pori-pori.

5. Penuaan
Usia juga menyebabkan pori-pori wajah membesar. Ini termasuk kerusakan akibat sinar matahari dan kehilangan elastisitas.

6. Kurangnya pengelupasan kulit
Sel-sel kulit mati yang tertinggal di kulit dapat menyumbat pori-pori sehingga dapat memperbesar ukurannya. Terlalu banyak minyak dan kotoran di wajah, yang dapat terjadi karena kegagalan untuk menghapus makeup atau jarang mencuci wajah, juga dapat menyebabkan pori-pori terlihat lebih besar.

Bagaimana cara mengecilkan pori-pori?
  1. Bersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih ringan dan air hangat. Jika perlu gunakan pembersih yang mengandung vitamin C. Setelah dibersihkan, tuntaskan dengan dibilas dengan air dingin untuk mengecilkan pori-pori kembali.
  2. Gunakan produk yang mengandung retinol, turunan dari vitamin A.
  3. Lindungi kulit dengan menggunakan tabir surya dengan SPF 15
  4. Lakukan scrub atau pengelupasan kulit mati sekali atau dua kali seminggu
Sumber : http://modelindo.wordpress.com