Leader Board

Tampilkan postingan dengan label Kemangi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemangi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Lima Makanan "Haram" Disimpan di Kulkas

Beberapa buah dan sayur justru mudah rusak
ketika bersentuhan dengan suhu dingin.
Kulkas berfungsi sebagai lemari penyimpanan agar makanan lebih awet. Pemahaman inilah yang seringkali membuat banyak orang sembarangan memasukkan semua jenis sayuran dan buah ke dalamnya.

Padahal, tak semua buah dan sayur tersimpan baik di dalam kulkas. Beberapa justru memiliki karakter yang mudah rusak ketika bersentuhan dengan suhu dingin. Berikut lima jenis buah dan sayuran yang sebaiknya disimpan di luar kulkas, seperti dikutip Shine.

Tomat
Tomat sebenarnya masuk kategori buah, meski mungkin karakternya lebih dekat dengan sayuran. Jika Anda pernah menanamnya, mungkin Anda jadi tahu bahwa tomat menyukai udara panas dan membenci dingin. Kulkas bukan tempat ideal untuk menyimpan tomat.

Menyimpannya di kulkas hanya akan membuat tomat kisut. Dalam kondisi ini mungkin masih cukup baik untuk dimasak, tapi sama sekali tak nikmat dikonsumsi langsung sebagai makanan segar. Sebaiknya simpan di meja dapur kering yang terlindung dari paparan langsung sinar matahari.

Kemangi
Seperti tomat, kemangi juga tidak menyukai paparan dingin. Menyimpannya terlalu lama di dalam lemari pendingin hanya akan membuatnya layu sebelum waktunya. Setelah membeli seikat kemangi, sebaiknya letakkan di dalam wadah atau cangkir berisi air, seperti ketika menata bunga di vas.

Pastikan mengganti airnya setiap hari. Biarkan gagang kemangi terendam air. Sementara tutup bagian daun dengan plastik berlubang ventilasi untuk menjaga kelembabannya. Hindari paparan langsung sinar matahari.

Kentang
Karakter kentang sangat menyukai suhu sejuk, bukan dingin. Paling ideal menyimpannya pada suhu sekitar 10 derajat Celsius. Menyimpan kentang di kulkas akan mengonversi zat pati menjadi gula lebih cepat, sehingga berpotensi memengaruhi rasa, dan teksturnya.

Sebaiknya, simpan kentang di dalam laci meja dapur dengan terlebih dahulu membungkusnya dengan kantong kertas. Kenapa bukan kantong plastik? Karena kertas lebih memberi peluang bagi kentang untuk bernapas dibandingkan plastik, sehingga mencegah pembusukan lebih cepat.

Bawang
Hindari menyimpannya di tempat lembab seperti kulkas. Menyimpan bawang di dalam kulkas akan merusak lapisan kulit tipis yang melindungi permukaannya. Sebaiknya simpan di tempat kering dengan sirkulasi udara yang baik.

Kurangnya sirkulasi udara juga berpotensi membuat bawang cepat rusak dan terasa pahit saat diolah. Jangan pula menyimpan bawah di dekat produk makanan yang mengeluarkan uap air dan gas, seperti kentang.

Avokad
Ini termasuk buah yang tak mudah masak setelah dipetik dari pohonnya. Jadi, jika Anda membeli avokad dengan permukaan yang masih keras, jangan menyimpannya di dalam kulkas. Penyimpanan di lemari pendingin hanya akan memperlambat proses pematangan. Menyimpan avokad di dalam kulkas hanya disarankan untuk yang sudah sangat matang.

Sumber : http://vivanews.com

Senin, 12 Desember 2011

Rempah Herbal yang Wajib Ada di Dapur

Seledri sedap sebagai penambah rasa
dan aroma masakan, juga baik untuk
kesehatan tubuh.
Masakan semakin bercitarasa dengan racikan bumbu atau bahan herbal. Selain serbaguna, 10 bumbu atau bahan herbal berikut ini juga punya manfaat kesehatan. Jadi, pastikan ke-10 herbal ini tersedia di dapur Anda. Tak sulit mencari bumbu-bumbuan ini, karena alam Indonesia memiliki sebagian besar darinya.

1. Kemangi
Kemangi bisa menambah citarasa di sejumlah masakan seperti sup, salad, atau sebagai lalapan. Tak hanya bisa dikonsumsi dengan berbagai cara, kemangi juga bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian menunjukkan kemangi bisa menghambat reaksi rantai biokimia yang memicu perkembangan kanker. Studi menunjukkan flavonoid yang ada di kemangi membantu melindungi sel-sel dan kromosom dari kerusakan. Dua jenis flavonoid, orientin dan vicenin, berguna dalam melindungi struktur sel dan kromosom dari kerusakan oleh radiasi dan oksigen.

2. Daun salam
Sebuah studi menunjukkan daun salam bisa digunakan sebagai pengobatan diabetes tipe 2 (diabetes yang tidak bergantung pada suntikan insulin sebagai pengobatan). Penderita diabetes tipe 2 membuat tubuh menolak hormon insulin. Padahal hormon ini dibutuhkan tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi. Daun salam bisa membantu mengatur level insulin dalam tubuh. Minyak esensial dari daun salam juga bisa menggantikan parfum. Minyak ini juga bisa digunakan untuk memijat untuk melemaskan otot dan melancarkan peredaran darah. Minyak esensial daun salam juga bisa digunakan sebagai tonik untuk mengatasi kerontokan rambut. Daun salam juga bisa ditambahkan sebagai bumbu masak untuk menghasilkan rasa yang lebih nikmat. Namun hati-hati saat memakan makanan yang diberikan daun salam. Jangan sampai menelannya karena daunnya yang tajam bisa merusak tenggorokan dan mengganggu pencernaan jika tertelan.

3. Cengkeh
Cengkeh bisa membuat masakan dari nasi atau yang dipanggang menjadi lebih nikmat. Cengkeh mengandung antioksidan yang kuat, dengan manfaat bisa membantu pembuluh arteri bebas dari kolesterol. Menurut riset terkini, mereka yang mengonsumsi cengkeh mengalami penurunan glukosa dalam tubuh, dan memiliki level kolesterol yang baik (trigliserida dan LDL yang baik). Cengkeh juga bisa menyembuhkan masalah penernaan, obat saat muntah, dan diare. Di negara tropis di Asia, cengkeh digunakan sebagai obat kudis, kurap, kolera, malaria, dan tuberkolosis. Dengan kandungan antipasmodik, cengkeh bisa mengatasi ketegangan otot dan dicampur dalam teh untuk mengobati batuk. Manfaat cengkeh memang tak ada habisnya, karena cengkeh juga bisa mengatasi masalah kulit dengan digunakan sebagai obat salep. Cengkeh juga bisa digunakan sebagai obat sakit kepala.

4. Bawang putih
Banyak penelitian mengaitkan manfaat bawang putih dengan risiko kanker. Studi yang dilakukan oleh Pennsylbania State University, menemukan bahwa bawang putih mencegah pembentukan sel kanker payudara. Para peneliti di Iowa juga menyimpulkan, mengonsumsi bawang putih setidaknya sekali seminggu bisa mengurangi sepertiga risiko kanker usus pada perempuan. Bawang putih bisa ditambahkan pada berbagai makanan yang manis. Tak perlu khawatir masalah bau mulut setelah makan bawang putih. Anda bisa mengatasinya dengan memanggang bawang putih sebelum memakannya. Atau kunyah saja tangkai seledri setelah makan bawang putih mentah.

5. Jahe
Jahe sangat ampuh mengatasi mual dan muntah karena mabuk dalam perjalanan atau kendaraan. Konsumsi 1/4 sendok teh jahe 20 menit sebelum berkendara. Atau buat saja air jahe dengan menggunakan 3-4 irisan jahe yang dicampur dengan air panas. Dalam masakan, tambahkan irisan jahe terutama pada makanan dari daging.

Jahe juga bisa membersihkan dan mengencerkan darah yang bisa berdampak positif pada jantung dan organ lain dalam tubuh. Penelitian di Denmark dan India menyebutkan jahe bisa mengatasi migrain dan menurunkan kolesterol. Peneliti di Denmark menemukan bahwa jahe bisa mencegah efek yang ditimbulkan dari prostaglandin atau molekul lemak yang berfungsi sebagai hormon. Zat inilah yang menyebabkan inflamasi pada darah di otak yang memicu migrain. Melalui eksperimen didapati 1/3 sdt bubuk jahe bisa mencegah terjadinya migrain. Jadi setelah muncul gejala, segera konsumsi bubuk jahe ini.

6. Paprika
Paprika mengandung vitamin C yang tinggi, dan bisa membantu meningkat metabolisme tubuh. Rasa paprika bervariasi, mulai ringan hingga pedas.  Paprika merah biasa ditambahkan dalam makanan untuk memberikan variasi warna. Gunakan paprika untuk menghidupkan warna makanan pada ikan, ayam panggang, atau kentang tumbuk. Dengan kandungan antibakteri, paprika bisa menormalkan tekanan darah, meningkatkan peredaran darah, dan meningkatkan produksi air liur dan asam lambung untuk mengatasi masalah pencernaan.

7. Seledri
Seledri bisa mencegah infeksi di daerah kelamin dan saluran kencing. Seledri biasanya digunakan sebagai penghias makanan. Namun Anda juga bisa berkreasi dengan menaburkan seledri pada sup atau pasta. Jangan ragu menambahkan seledri pada makanan khas Indonesia seperti bakso, bubur ayam, atau soto. Seledri menganding vitamin C yang tinggi, setara dengan tiga buah jeruk.

8. Paprika merah
Mengonsumsi paprika merah bisa meningkatkan metabolisme tubuh. Paprika juga bisa menyembuhkan flu dan batuk. Rasa pedasnya membuat masakan lebih lezat. Campurkan saja paprika pada sup, dalam rebusan dan salad dressing. Menurut riset, zat yang memberikan rasa pedas pada paprika merah juga bisa mencegah pertumbuhan sel kanker pankreas.

8. Rosemary
Rosemary biasa ditemukan pada makanan Perancis atau Italia, seperti pada masakan dari daging domba. Daun ini memproteksi tubuh dari kanker, bisa membantu mereka yang mengalami masalah ingatan sebagai akibat dari tekanan emosi atau mental. Antioksidan pada rosemary juga tinggi.

10. Kunyit
Warna kuning kunyit menyegarkan masakan Anda. Namun manfaatnya lebih menyehatkan bagi jantung, menurunkan tekanan darah, dan mengatasi masalah kolesterol. Studi mengaitkan manfaat kunyit dengan risiko kanker. Kunyit meningkatkan sistem kekebalan dalam tubuh. Sebuah studi di University of Texas menemukan bahwa kunyit bisa menurunkan, bahkan menghentikan reproduksi sel kanker pada mieloma multipel. Kunyit juga bisa mengatasi radang sendi.

Rempah ini memang perlu ada di dapur Anda untuk ditambahkan dalam masakan Anda. Tak perlu takut berkreasi, karena toh manfaatnya bagi kesehatan tak tertandingi.

Sumber : http://modelindo.wordpress.com